Julius Hendrik, S.Pd. Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

Blogger templates

RSS
Container Icon

Pages

17 Gangguan dan Penyakit Bisa Terdeteksi Lewat Kaki

Deteksi penyakit lewat kaki
 Sederhana saja, sepuluh-menit untuk mengecek kesehatan Anda? Rabalah telapak kaki Anda.
“Anda dapat mendeteksi apapun dari diabetes hingga penyakit kekurangan gizi hanya dengan memeriksa kaki” ungkap Jane Andersen, DPM, presiden dan pembicara untuk Asosiasi Pengobatan Podriatik Amerika Serikat.
Kaki bawah bagian kiri dan kanan menyediakan banyak data yang lengkap; Secara bersamaan mereka mengandung seperempat jumlah tulang dari seluruh tubuh Anda, dan setiap kaki juga memiliki 33; 100 tendon dan otot, dan ligamen; dan syarar-syaraf dan pembuluh darah yang seluruhnya mengalir ke jantung, dan otak yang tak terhitung jumlahnya.
Masalah kaki yang tidak terpecahkan dapat menimbulkan konsekuensi yang tidak diharapkan. Sakit yang tidak segera dirawat dapat mengakibatkan seseorang untuk menjadi lebih lamban dan meningkatnya berat badan, contohnya, atau untuk keseimbangan denggan cara yang tidak alamiah, meningkatkan resiko jatuh dan patah tulang.
Jadi ketika telapak kaki ‘mengirimkan’ 17 pesan peringatan ini, pasti ada sesuatu.
  1. Kuku kaki dengan bentuk agak sedikit masuk ke dalam, lekukan berbentuk sendok. Apa artinya; Anemia (kekurangan zat besi) sering menunjukkan bentuk tidak alami, atau seperti sendok hingga ke pangkal kuku, terutama pada kasus sedang hingga parah. Hal ini disebabkan oleh jumlah hemoglobin dan protein kaya zat-besi sel-sel pada darah yang mengangkut oksigen, tidak cukup. Pendarahan dalam (seperti mencret) atau menstruasi yang tidak lancar dapat memicu anemia.
    Petunjuk lain; Pada jari seperti pada kaki, kulit dan kuku muncul warna pucat. Kuku tersebut juga, dan kaki mungkin terasa dingin. Kelelahan adalah gejala utama anemia, sama dengan nafas yang pendek-pendek, merasa pusing ketika berdiri, dan sakit kepala.
    Apa yang harus dilakukan; Pengecekan jumlah sel darah merah paling sering dilakukan untuk mendiagnosa anemia. Pemeriksaan fisik bisa . Pertolongan pertama yaitu dengan mengkonsumsi suplemen zat besi dan perubahan menu diet untuk menmbah zat besi dan vitamin yang mempercepat penyerapan zat besi).
  2. Kaki atau Jari Ujung kaki yang tidak berbulu Apa artinya; sirkulasi yng buruk, biasanya disebabbkan oleh penyakit jantung, dapat membuat rambut rontok dari kaki. Ketika jantung kehilangan kemampuan untuk memompa darah yang cukup ke tempat yang paling ujung dikarenakan asterosklerosis (biasanya sering dikenal sebagai penyumbatan arteri), tubuh harus memprioritaskan penggunaannya.
    Petunjuk lain; Berkurangnya suplai darah juga membuat sulit untuk merasakan rangsangan di kaki. (Cek pada bagian atas telapak kaki atau di dalam sendi.) Ketika Anda berdiri, kaki Anda bisa menjadi merah atau, ketika menekuk, tiba-tiba berubah menjadi merah. Orang-orang dengan sirkulasi darah yang buruk cenderung telah tahu bahwa mereka memiliki kondisi kardiovaskular (seperti penyakit jantung atau ateri carotid) tetapi bisa saja tidak menyadari bahwa mereka memiliki masalah sirkulasi.
    Apa yang harus dilakukan; Mengobati jaringan vascular dapat meningkatkan sirkulasi. Bulu rambut jarang bisa tumbuh kembali, tetapi tak seorangpun yang terlalu mengkomplain hal itu.
  3. Sering kram kaki atau kesemutan Apa artinya; Kram tiba-tiba di kaki—pada dasarnya, kontraksi yang keras pada otot—dapat dipicu oleh permasalahan yang berurutan seperti olahraga atau dehidrasi. Tetapi jika itu sering muncul, diet Anda kemungkinan kurang kalsium, kalium, atau magnesium. Wanita hamil pada trimester yang ketiga khususnya sangat rentan karena peningkatan volume darah dan mengurangi sirkulasi ke kaki.
    Petunjuk lain; Kesemutan cenderung muncul secara sering ketika Anda hanya berbaring. Kesemutan bisa muncul pada sebuah otot yang tajam dan muncul secara menjalar. Rasa nyeri dapat bertahan lama setelahnya.
    Yang harus dilakukan; Cobalah untuk memijat pada area yang sakit. Anda juga bisa merelaksasikan otot dengan mengaplikasikan kain dingin atau mengusapnya dengan alkohol. Untuk mencegah kram, selonjorkan kaki sebelum tidur. Kemudian minumlah segelas susu hangat. (untuk kebutuhan kalsiumnya)
  4. Nyeri yang tidak sembuh-sembuh pada telapak kaki Apa artinya; Ini adalah bukti utama gejala diabetes. Level glukosa dalam darah membahayakan rangsangan pada kaki—yang artinya bahwa luka ringan atau iritasi disebabkan oleh tekanan atau sering tidak diperhatikan, terutama oleh seseorang yang tidak menyadari bahwa dia memiliki penyakit. Tidak langsung diobati, luka-luka ini dapat menyebabkan infeksi, bahkan amputasi.
    Bukti lain: potongan berbau tidak enak khususnya terdeteksi karena memang sudah ada sebelumnya. Gejala diabetes lain yaitu selalu merasa kehausan, sering buang air kecil, keseringan lelah, pandangan menjadi kabur, lapar yang berlebihan, dan turunnya berat badan.
    Apa yang harus dilakukan; Rawat luka segera dan periksakan ke dokter untuk evaluasi diabetes. Penderita diabetes harus memperhatikan kaki mereka setiap hari (para lansia atau orang yang obesitas harus meminta orang lain untuk melakukannya) dan datanglah ke klinik kesehatan yang profesional setiap tiga bulan.
  5. Kaki dingin Apa artinya; Perempuan, terutama, melaporkan kaki dingin (atau lebih jelasnya, pasangan mereka komplain tentang itu). Bisa jadi itu bukan apa-apa—atau itu mungkin mengindikasikan gangguan jaringan tiroid. Perempuan berumur lebih dari 40 tahun yang memiliki kaki yang dingin sering memiliki masalah fungs pada tiroidnya, kelenjar yang mengatur suhu dan metabolism. Sirkulasi yang buruk (pada setiap jenis kelamin) adalah penyebab lain yang mungkin terjadi.
    Bukti lain; Gejala hipotiroid sering muncul dengan gejala lain (kelelahan, depresi, naiknya berat badan, kulit yang kering
    Yang harus dilakukan: (Coba kaos kaki wool dan sepatu kain). Jika Anda juga memiliki masalah kesehatan lain, sebutkan juga kaki dingin Anda kepada dokter. Sayangnya, berdasarkan perawatan denga pengobatan yang berhubungan dengan masalah tiroid, cenderung menjadi gejala yang tidak mudah teratasi.
  6. Kuku yang Tebal, Kuning, dan mengarah kebawah secara aneh. Apa artinya: Infeksi jamur sedang menjalar di bawah permukaan kuku. Onychomicosis dapat mengakibatkan rasa sakit selama bertahun-tahun. Karena tidak beraksi secara kasat mata, infeksinya semakin meningkat dan dapat menyebar ke seluruh kuku bahkan hingga ke jari kuku.
    Petunjuk lain: Kuku juga berbau kemudian berubah menjadi kehitaman. Masyarakt harus menyadari hal ini; para penderita diabetes gangguan sirkulasi, atau kelainan berkurangnya system imun (seperti rematik kritis). Jika seorang lansia mengalami kesulitan berjalan, kadang-kadang masalahnay dapat ditelusur dengan fakta sederhana bahwa kuku yang terinfeksi menjadi lebih tebal, akan sangat sulit dipotong dan mengabaikan pusat sakit.
    Apa yang harus dilakukan: Periksakan ke spesialis kaki atau ahli perawatan. Pada kasus yang serius, penggunaan obat anti jamur tidak selalu efektif seprti kombinasi antara pengobatan luar dan yang diminum dan pemotongan untu membuang penyakit secara professional.
  7. Jari Kaki yang Tiba-Tiba Membesar dan Terlihat Menakutkan Apa artinya; Kemungkinan encok. Ya, penyakit jadul (jaman dulu) ini masih ada dimana-mana—dan Anda tidak harus berumur lebih dari 65 tahun untuk mengalamaninya. Encok merupakan sakit sejenis arthritis yang biasanya disebabkan oleh terlalu banyak asam urin, substansi alami. Asam urin yang berlebihan membentuk Kristal yang seperti jarum, terutama pada temperature yang sangat rendah. Pada bagian yang terdingin, yang merupakan bagian terjauh dari jantung, menjadi bengkak.
    “Hampir 75% Anda terbangun dengan jari kaki yang membengkak yang merupakan gejala pertama sakit encok,” Andersen, seorang podriatis, mengungkapkan.
    Petunjuk lain; Kulit yang merah membangkak dan berwarna keunguna—dengan rasa panas dan nyeri—juga dapat muncul pada instp, tendon Achilles, lutut, dan paha. Setiap orang dapat terkena encok, meskipun laki-laki yang berumur 40 dan 50an yang paling mungkin. Wanita yang mengalami encok biasanya terjadi pasca menstruasi.
    Yang harus dilakukan; Periksakan ke dokter untuk mengontrol penyebab encok dengan menggunakan menu diet atau pengobatan. Ahli penyakit kaki dapat memngobati rasa sakit dan mempertahankan fungsi kaki.
  8. Rasa Kaku di kedua kaki Apa artinya; Tidak mampu untuk merasakan kaki Anda atau merasakan sensasi tekanan berat seperti menginjak paku merupak tanda utama terganggunya system syaraf peripheral. Terganggunya system syaraf peripheral memiliki beberapa penyebab tapi yang paling sering adalah diabetes dan kecanduan alcohol. Kemoterapi adalah penyebab umum lain.
    Petunjuk lain; Rasa terbakar dapat juga muncul pada tangan dan secara bertahap menyebar ke lengan hingga kaki. Rasanya seperti Anda mengenakan sarung tangan atau kaos kaki yang sangat berat.
    Yang harus dilakukan; Periksakan ke dokter untuk menentukan penyebabnya (terutama jika bukan karena kecanduan alkohol). Belum ada pengobatan untuk gangguan system saraf peripheral, tetapi ada obat untuk mengurangi rasa sakit hingga anti depresan.
  9. Nyeri di Sendi Jari Kaki Apa artnya; Rheumatoid arthritis (RA), penyakit melemahnay fungsi sendi, sering dirasakan pertama kali pada sendi-sendi yang lebih kecil, seoerti jari kaki dan lekukan jari tangan.
    Petunjuk lain; Rasa kaku dan bengkak biasanya muncul bersamaan ketika merasa sakit. Sakit ini cendirung simetris, contohnya, sakit ini terjadi secara simultan di kedua jempol kaki atau jari kaki lainnya. RA berkembang lebih cepat daripada jenis penyakit arthritis lainnya, dan bisa datang dan pergi. Wanita terkena dampak empat kali lebih besar dari laki-laki.
    Yang harus dilakukan; harus dilakukan pemeriksaan secara penuh untuk menentukan penyebab nyeri sendi. Untuk RA, ada beberapa pengobatan dan terapi yang dapat menimalisir rasa sakit, dengan diagnose sejak dini, resiko cacat secara permanen dapat dihindari.
  10. Kuku Kaki Seperti Berlubang Apa artinya; hampir separo penderita psoriaris, penyakit kulit juga muncul pada kuku dengan cirri banyak lubang-lubang kecil, yang tipis atau dalam. Lebih dari 75% penderita psoriatic arthritis, kelainan yang berkaitan dengan sendi dan kulit juga memiliki lubang-lubang dalam kuku ini.
    Petunjuk lain: Kuku, baik kaki maupun tangan akan menebal. Kuku-kuku tersebut akan berubah warna menjadi kuning kecoklatan atau berwarna seperti ikan salmon. Buku jari yang terdekat dengan kuku juga cenderung kering, merah, dan meradang.
    Yang harus dilakukan; lakukan pengobatan yang variatif untuk psosiaris dan pasosiaric arthtritis dan mengembalikan kondisi buku jari kaki, terutama jika perawatan telah dilakukan sejak dini.
  11. Tidak Bisa/Kesulitan Mengangkat Kaki ke Atas Apa artinya; Gangguan pada otot dan syaraf bisa berasal dari kaki Anda. Obat kemoterapi tertentu dapat juga mengakibatkan kesulitan mengangkat kaki bagian depan ketika berdiri maupun berjalan.
    Petunjuk lain; Ada kemungkinan sakit dan terasa kaku. kadang-kadang rasa sakit ini dirasakan pada kaki bagian depan atau tulang belakang bagian bawah, dimana syaraf(karena kelainan atau tumor). Pada beberapa kasus, kaki. Hal ini jarang terjadi pada kedua kaki.
    Yang harus dilakukan; Periksakan ke dokter, karena gangguan ini bisa permanen, tergantung pada penyebab dan perawatannya.
  12. Kulit Kering Apa artinya; Jika wajah atau tangan terasa kering; jangan abaikan kondisi kulit ini pada bagian telapak kaki Anda. Infeksi jamur biasanya dimulai pada kulit kaki yang kering dan gatal kemudian menjalar hingga rasa terbakar dan muncul bentolan-bentolan. Ketika bentolan itu pecah, infeksi akan menyebar.
    Petunjuk lain: Infeksi jamur/kutu air ini biasanya muncul diantara sela jari kaki. Kemudian bisa menyebar ke bagian tubuh lain, seperti ketiak, biasanya penularan terjadi ketika menggaruk.
    Apa yang harus dilakukan: Kasus sederhana biasa diatasi dengan membasuh kaki sesering mungkin dan keringkan secara menyeluruh. Kemudian pastikan kaki tetap kering, termasuk mengunakan bedak kaki pada sepatu dan kaos kaki. Jika tidak ada peningkatan dalam dua minggu dan infeksi semakin parah, dokter akan memberikan resep pengobatan antijamur baik obat luar maupun dalam.
  13. Perubahan Warna Kaki secara Ekstrim Apa artinya; Pada suhu dingin, penyakit Raynaud menyebabkan perubahan warna kaki secara ektrim, dari putihm kemudian berubah menjadi biru, dan pada akhirnya berubah menjadi merah sebelum kembali ke warna semula. Untuk alasan yang masih belum jelas, pembuluh darah mengalami over reaksi yang menyebabkan perubahan warna pada kaki.
    Petunjuk lain; Ada area lain yang terinfeksi seperti jari, hidung, bibir dan daun telinga. Bagian kulit yang terkena akan terasa kaku. Wanita dan orang-orang yang tinggal di daerah dingin lebih sering terkena penyakit Raynaud tersebut. Biasanya muncul pada usia sekitar 25 hingga 40 tahun.
    Yang harus dilakukan; Periksakan ke dokter tentang pengobatan yang dapat melebarkan pembuluh darah, yang akan mengurangi infeksi kemungkinan yang lebih parah.
  14. Telapak Kaki Terasa Amat Sakit untuk Berjalan Apa artinya; fraktur stress yang tidak terdiagnosa umum menyebabkan nyeri pada kaki. Rasa sakit ini dapat dirasakan pada seluruh bagian telapak kaki. Frakttur ini—sering muncul secara berulang-ulang—dapat disebabkan oleh masalah lainm seringnya osteopenia (kurangnya kepadatan tulangm terutama yang terjadi pada perempuan yang berumur lebih dari 50 tahun atau kasus malnutrisi lainnya, termasuk kekurangan vitamin D, masalah penyerapan kalsium, atau anoreksia.
    Petunjuk lain; Anda masih bisa berjalan ketika kaki patah, hanya terasa sakit.
    Apa yang harus dilakukan; Periksakan ke dokter tentang semua sakit yang dirasakan
  15. Jempol Kaki Mencuat Apa artinya; Ketika bentuk jempol kaki mencuat ke arah yang tidak semestinya, itu tandanya ada masalah paru-paru, termasuk fibrosis dan kanker paru-paru. Penyakit jantung dan gangguan pada perut juga bisa terjadi.
    Petunjuk lain;Jari kaki lainnya juga terihat mencuat, dan terjadi pada beberapa jari saja, atau bahkan seluruhnya.
    Yang harus dilakukan; Perawatan bergantung pafa penyebab, jadi laporkan gejala serius ini kepada dokter.
  16. Rasa Sakit yang Menusuk pada Tumit Apa artinya; Plantar fasciitis—nama umum untuk rasa terbakar pada jaringan ikat yang menjalar pada kaki—penegangan yang abnormal pada jaringan ikat.
    Petunjuk Lain; Rasa sakit muncul ketika Anda menapakkan kaki di pagi hari dan sering meningkat ketika Anda memakai alas kaki. Lari dan melompat terlalu sering dapat menyebabkan rasa sakit ini. Anda akan berada dalam bahya jika Anda hanya berjalan dengan kaki telanjang pada permukaan jalan yang keras.
    Yang harus dilakukan; Jika rasa sakit munul lebih dari beberapa minggu dan terasa semakin buruk, bawalah ke ahli podiatri. Pastikan untuk meminta saran dalam menggunakan alas kaki yang tepat selama perawatan.
  17. Bau Kaki Apa artinya; Kaki yang bau cenderung memberikan alarm yang lebih banyak dibanding gejala lain. Kaki biasanya lebih berkeringat dibanding bagian tubuh lain. Penggunaan sepatu dan kaos kaki yang melembabkan kaki, membuat kaki bau.
    Yang harus dilakukan; Cuci dengan sabun antibakteri dan keringkan dengan sempurna. Usap antiperspirant pada telapak kaki. Seringlah menggunakan alas kaki yang terbuat dari bahan alami, seperti kulit dan kain. Buka tali sepatu dan keringkan. Itu saja.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS


>>> WANITA PERTAMA YANG MASUK SURGA

Suatu ketika, Siti fatimah bertanya kepada Rosulullah. Siapakah Perempuan yang kelak pertama kali masuk surga? Rosulullah menjawab:” Dia adalah seorang wanita yang bernama Muti’ah”.

Siti Fatimah terkejut. Ternyata bukan dirinya, seperti yang dibayangkannya. Mengapa justru orang lain, padahal dia adalah putri Rosulullah sendiri? Maka timbullah keinginan fatimah... untuk mengetahui siapakan gerangan permpuan itu? Dan apakah yang telah di perbuatnya hingga dia mendapat kehormatan yang begitu tinggi?

Setelah minta izin kepada suaminya, Ali Bin Abi Thalib, Siti Fatimah berngkat mencari rumah kediaman Muti’ah. Putranya yang masih kecil yang bernama Hasan diajak ikut serta.

Ketika tiba di rumah Muti’ah, Siti Fatimah mengetuk pintu seraya memberi salam, “Assalamu’alaikum…!”

“Wa’alaikumussalaam! Siapa di luar?” terdengar jawaban yang lemah lembut dari dalam rumah. Suaranya cerah dan merdu.

“Saya Fatimah, Putri Rosulullah,” sahut Fatimah kembali.

“Alhamdulillah, alangkah bahagia saya hari ini Fatimah, putri Rosululah, sudi berkunjung ke gubug saya,” terdengar kembali jawaban dari dalam. Suara itu terdengar ceria dan semakin mendekat ke pintu.

“Sendirian, Fatimah?” tanya seorang perempuan sebaya dengan Fatimah, Yaitu Muti’ah seraya membukakan pintu.

“Aku ditemani Hasan,” jawab Fatimah.

“Aduh maaf ya,” kata Muti’ah, suaranya terdengar menyesal. Saya belum mendapat izin dari suami saya untuk menerima tamu laki-laki.”

“Tapi Hasan kan masih kecil?” jelas Fatimah.

“Meskipun kecil, Hasan adalah seorang laki-laki. Besok saja Anda datang lagi, ya? saya akan minta izin dulu kepada suami saya,” kata Mutiah dengan menyesal.

Sambil menggeleng-gelengkan kepala , Fatimah pamit dan kembali pulang.

Besoknya, Fatimah dating lagi ke rumah Muti’ah, kali ini ditemani oleh Hasan dan Husain. Beritga mereka mendatangi rumah Muti’ah. Setelah memberi salam dan dijawab gembira, masih dari dalam rumah Muti’ah bertanya:

“Kau masih ditemani oleh Hasan, Fatimah? Suami saya sudah memberi izin.” “Ha? Kenapa kemarin tidak bilang? Yang dapat izin cuma Hasan, dan Husain belum. Terpaksa saya tidak bisa menerimanya juga, “ dengan perasaan menyesal, Muti’ah kai ini juga menolak.

Hari itu Fatimah gagal lagi untuk bertemu dengan Muti’ah. Dan keesokan harinya Fatimah kembali lagi, mereka disambut baik oleh perempuan itu dirumahnya.

Keadaan rumah Mutiah sangat sederhana, tak ada satupun perabot mewah yang menghiasi rumah itu. Namun, semuanya teratur rapi. Tempat tidur yang terbuat dengan kasar juga terlihat bersih, alasnya yang putih, dan baru dicuci. Bau dalam ruangan itu harum dan sangat segar, membuat orang betah tinggal di rumah.

Fatimah sangat kagum melihat suasana yang sangat menyenangkan itu, sehngga Hasan dan Husain yang biasanya tak begitu betah betah berada di rumah orang, kali ini nampak asyik bermain-main.

“Maaf ya, saya tak bisa menemani Fatimah duduk dengan tenang, sebab saya harus menyiapkan makan buat suami saya,” kata Mutiah sambil mondar mandir dari dapur ke ruang tamu.

Mendekati tengah hari , maskan itu sudah siap semuanya, kemudian ditaruh di atas nampan. Mutiah mengambil cambuk, yang juga ditaruh di atas nampan.

“Suamimu bekerja dimana?” Tanya Fatimah

“Di ladang,” jawab Muti’ah.

“Pengembala?” Tanya Fatimah lagi.

“Bukan. Bercocok tanam.”

“Tapi, mengapa kau bawakan cambuk?”

“Oh, itu?” sahut Mutiah denga tersenyu.” Cambuk itu kusediakan untuk keperluan lain. Maksudnya begini, kalau suami saya sedang makan, lalu kutanyakan apakah maskan saya cocok atau tidak? Kalau dia mengatakan cocok, maka tak akan terjadi apa-apa. Tetapi kalau dia bilang tidak cocok, cambuk itu akan saya berikan kepadanya, agar punggung saya dicambuknya, sebab berarti saya tidak bisa melayani suami dan menyenangkan hatinya.”

“Apakah itu kehendak suamimu?” Tanya Fatimah keheranan.

“Oh, bukan! Suami saya adalah seorang penuh kasih sayang. Ini semua adalah kehendakku sendiri, agar aku jangan sampai menjadi istri yang durhaka kepada suami.”

Mendengar penjelasan itu, Fatimah menggeleng-gelengkan kepala. Kemudian ia meminta diri, pamit pulang.

“Pantas kalau Muti’ah kelak menjadi seorang perempuan yang pertama kali masuk surga,” kata Fatimah dalam hati, di tengah perjalannya pulang, “Dia sangat berbakti kepada suami dengan tulus. Prilaku kesetiaan semacam itu bukanlah lambing perbudadakan wanita oleh kaum lelaki, Tapi merupakan cermin bagi citra ketulusan dan pengorbanan kaum wanita yang harus dihargai dengan prilaku yang sama.”

tak hanya itu, saat itu masih ada benda kipas dan kain kecil.

“Buat apa benda ini Muthi’ah?” Siti Muthi’ah tersenyam malu. Namun setelah didesak iapun bercerita. “Engkau tahu Fatimah, suamiku seorang pekerja keras memeras keringat dari hari ke hari. Aku sangat sayang dan hormat kepadanya. Begitu kulihat ia pulang kerja, cepat-cepat kusambut kedatangannya. Kubuka bajunya, kulap tubuhnya dengan kain kecil ini hingga kering keringatnya. Ia-pun berbaring ditempat tidur melepas lelah, lalu aku kipasi beliau hingga lelahnya hilang atau tertidur pulas”

sungguh mulia Siti Muthi’ah, wanita yang taat kepada suaminya. maka tidaklah salah jika dia wanita pertama yang masuk surga.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

WANITA HEBAT

» Wanita hebat bukan karena dia "cantik"
» Wanita hebat bukan karna dia "kaya"
» Wanita hebat bukan karena dia "pintar"
... » Dan bukan pula karena "di sampingnya ada lelaki ganteng dan kaya"

Tapi wanita hebat adalah:

» Wanita yang mampu terus berdiri menyelesaikan masalahnya,
» Mampu berdoa dan percaya kepada TUHAN yang adalah sumber "Kekuatan"
» Wanita hebat melukis kekuatan melalui proses kehidupan...
» Bersabar saat tertekan...
» Tersenyum saat hati menangis...
» Diam saat terhina...
» Mempesona karna memaafkan..

Setuju?

Like dan Bagikan sob ^_^

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

TES KESEGARAN JASMANI INDONESIA


TES KESEGARAN JASMANI INDONESIA (TKJI)

Pengantar :
Dalam lokakarya kesegaran jasmani yang dilaksanakan pada tahun 1984 “ Tes Kesegaran Jasmani Indonesia “ (TKJI) telah disepakati dan ditetapkan menjadi instrumen / alat tes yang berlaku di seluruh wilayah Indonesia karena TKJI disusun dan disesuaikan dengan kondisi anak Indonesia. TKJI dibagi dalam 4 kelompok usia, yaitu : 6-9 tahun, 10-12 tahun, 13-15 tahun, dan 16-19 tahun. Akan tetapi pada handout ini akan dibahas TKJI pada kelompok usia 13-15 tahun dan 16-19 tahun.
Sebelum terjun ke sekolah-sekolah untuk melaksanakan tugas matakuliah Tes dan Pengukuran Penjas dengan  melakukan tes kesegaran jasmani pada siswa-siswi, maka diharapkan mahasiswa dapat memahami dengan baik peraturan dan tata cara pelaksanaan TKJI sehingga diharapkan hasil tes yang diperoleh adalah benar dan dapat dipercaya.
Tulisan berikut adalah tulisan adaptasi dari buku Tes Kesegaran Jasmani Indonesia untuk kelompok usia 13-15 tahun dan 16-19 tahun yang diharapkan dapat membantu mahasiswa untuk memahami peraturan dan tata cara TKJI dengan baik dan benar. Semoga bermanfaat. 

A. Rangkaian Tes
      Tes kesegaran jasmani Indonesia terdiri dari :
1.      Untuk putra terdiri dari :
a.   lari 50 meter (13-15 tahun) / lari 60 meter (16-19 tahun)
b.  gantung angkat tubuh (pull up) selama 60 detik
c.   baring duduk (sit up) selama 60 detik
d.  loncat tegak (vertical jump)
e.   lari 1000 meter (usia 13-15 tahun) / lari 1200 (usia 16-19 tahun)

2.      Untuk putri terdiri dari :
a.   lari 50 meter (13-15 tahun) / lari 60 meter (16-19 tahun)
b.  gantung siku tekuk ( tahan pull up) selama 60 detik
c.   baring duduk (sit up) selama 60 detik
d.  loncat tegak (vertical jump)
e.   lari 800 meter (usia 13-15 tahun) / lari 1000 (usia 16-19 tahun)

B. Kegunaan Tes
      Tes kesegaran jasmani Indonesia digunakan untuk mengukur dan menentukan tingkat kesegaran jasmani remaja (sesuai kelompok usia masing-masing).

C. Alat dan Fasilitas
      1.  Lintasan lari / lapangan yang datar dan tidak licin
      2.  Stopwatch
      3.  Bendera start
      4.  Tiang pancang
      5.  Nomor dada
      6.  Palang tunggal untuk gantung siku
      7.  Papan berskala untuk papan loncat
      8.  Serbuk kapur
      9.  Penghapus
      10. Formulir tes
      11. Peluit
      12. Alat tulis dll

D. Ketentuan Tes
      TKJI merupakan satu rangkaian tes, oleh karena itu semua butir tes harus dilaksanakan secara berurutan, terus- menerus dan tidak terputus dengan memperhatikan kecepatan perpindahan butir tes ke butir tes berikutnya dalam 3 menit. Perlu dipahami bahwa butir tes dalam TKJI bersifat baku dan tidak boleh dibolak-balik , dengan urutan pelaksanaan tes sebagai berikut :
      Pertama     : Lari 50 meter (usia 13-15 tahun) / 60 meter (usia 16-19 tahun)
      Kedua       : - gantung angkat tubuh untuk putra (pull up)
-  gantung siku tekuk untuk putri (tahan pull up)
      Ketiga       : Baring duduk (sit up)
      Keempat    : Loncat tegak (vertical jump)
      Kelima       : - Lari 1000 meter (usia 13-15 tahun) / 1200 meter (usia 16-19 tahun)
- Lari 800 meter (usia 13-15 tahun) / 1000 meter (usia 16-19 tahun)




E.  Petunjuk Umum
      1. Peserta
          a. Dalam kondisi sehat dan siap untuk melaksanakan tes
          b. Diharapkan sudah makan maksimal 2 jam sebelum tes
          c. Memakai sepatu dan pakaian olahraga
          d. Melakukan pemanasan (warming up)
          e. Memahami tata cara pelaksanaan tes
          f. Jika tidak dapat melaksanakan salah satu / lebih dari tes maka tidak mendapatkan nilai / gagal.
     

      2. Petugas
          a. Mengarahkan peserta untuk melakukan pemanasan (warming up)
          b. Memberikan nomor dada yang jelas dan mudah dilihat petugas
c. Memberikan pengarahan kepada peserta tentang petunjuk pelaksanaaan tes dan mengijinkan mereka untuk mencoba gerakan-gerakan tersebut.
d. Memperhatikan kecepatan perpindahan pelaksanaan butir tes ke butir tes berikutnya dengan tempo sesingkat mungkin dan tidak menunda waktu
e. Tidak memberikan nilai pada peserta yang tidak dapat melakukan satu butir tes atau lebih
f. Mencatat hasil tes dapat menggunakan formulir tes perorangan atau per butir tes

F. Petunjuk Pelaksanaan Tes   
    1. Lari 50 / 60 Meter
        a. Tujuan
            Tes ini bertujuan untuk mengukur kecepatan
        b. Alat dan Fasilitas
            1) Lintasan lurus, rata, tidak licin, mempunyai lintasan lanjutan, berjarak 50 / 60 meter
            2) Bendera start
            3) Peluit
            4) Tiang pancang
            5) Stop watch
            6) Serbuk kapur
            7) Formulir TKJI
            8) Alat tulis
        c. Petugas Tes
            1) Petugas pemberangkatan
            2) Pengukur waktu merangkap pencatat hasil tes

        d. Pelaksanaan
            1) Sikap permulaaan
                Peserta berdiri dibelakang garis start
            2) Gerakan
                a) pada aba-aba “SIAP” peserta mengambil sikap start berdiri, siap untuk lari
                b) pada aba- aba “YA” peserta lari secepat mungkin menuju garis finish
            3) Lari masih bisa diulang apabila peserta :
                a) mencuri start
                b) tidak melewati garis finish
                c) terganggu oleh pelari lainnya
                d) jatuh / terpeleset
            4) Pengukuran waktu
                Pengukuran waktu dilakukan dari saat bendera start diangkat sampai pelari melintasi garis
                Finish
            5) Pencatat hasil
                1) hasil yang dicatat adalah waktu yang dicapai oleh pelari untuk menempuh jarak 50 / 60 meter dalam satuan detik
                2) waktu dicatat satu angka dibelakang koma       

2. Tes Gantung Angkat Tubuh untuk Putra, Tes Gantung Siku Tekuk untuk Putri
        a) Tujuan
  Tes ini bertujuan untuk mengukur kekuatan dan ketahanan otot lengan dan bahu

        b) Alat dan fasilitas
1) lantai rata dan bersih
2) palang tunggal yang dapat diatur ketinggiannya yang disesuaikan dengan ketinggian
    peserta. Pipa pegangan terbuat dari besi ukuran ¾ inchi
3) stopwatch
4) serbuk kapur atau magnesium karbonat
5) alat tulis
c) Petugas tes
1) pengamat waktu
2) penghitung gerakan merangkap pencatat hasil

        d) Pelaksanaan Tes Gantung Angkat Tubuh 60 detik (Untuk Putra)
            1) Sikap permulaan
    Peserta berdiri di bawah palang tunggal. Kedua tangan berpegangan pada palang
    tunggai selebar bahu (gambar 3). Pegangan telapak tangan menghadap ke arah letak
    kepala

                                                                                                           


             2) Gerakan (Untuk Putra)
a) Mengangkat tubuh dengan membengkokkan kedua lengan, sehingga dagu menyentuh
    atau berada di atas palang tunggal (lihat gambar 4) kemudian kembali ké sikap permulaan. Gerakan ini dihitung satu kali.
b) Selama melakukan gerakan, mulai dan kepala sampai ujung kaki tetáp merupakan satu garis lurus.
c) Gerakan ini dilakukan berulang-ulang, tanpa  istirahat sebanyak mungkin selama 60 detik.







3) Angkatan dianggap gagal dan tidak dihitung apabila:
a) pada waktu mengangkat badan, peserta melakukan gerakan mengayun
           b) pada waktu mengangkat badan, dagu tidak   menyentuh palang tunggal
c)  pada waktu kembali ke sikap permulaan kedua lengan tidak lurus


e) Pencatatan Hasil
1) yang dihitung adalah angkatan yang dilakukan dengan sempurna.
      2) yang dicatat adaiah jumlah (frekuensi) angkatan yang dapat dilakukan dengan sikap
           sempurna tanpa istirahat selama 60 detik.
3)  Peserta yang tidak mampu melakukan Tes angkatan tubuh ini, walaupun teiah berusaha,
    diberi nilai nol (0).
f) Pelaksanaan Tes Gantung Siku Tekuk ( Untuk Putri)
Palang tunggal dipasang dengan ketinggian sedikit di atas kepala peserta.
            1) Sikap perrnulaan
Peserta berdiri di bawah palang tunggal, kedua tangan berpegangan pada palang tunggal
   selebar bahu. Pegangan telapak tangan menghadap ke arah kepala (Lihat gambar)





            2) Gerakan
Dengan bantuan tolakan kedua kaki, peserta melompat ke atas sampai dengan mencapai
sikap bergantung siku tekuk, dagu berada di atas palang tunggal (Iihat gambar)
                          Sikap tersebut dipertahankan selama mungkin (dalam hitungan detik)
 









        g) Pencatatan Hasil
            Hasil yang dicatat adalah waktu yang dicapai oleh peserta untuk mempertahankan sikap tersebut diatas, dalam satuan detik. Peserta yang tidak dapat melakukan sikap diatas maka dinyatakan gagal dan diberikan nilai nol (0).



    3. Tes Baring Duduk (Sit Up) Selama 60 detik
        a. Tujuan
            Mengukur kekuatan dan ketahanan otot perut.

        b. Alat dan fasilitas
            1) lantai / lapangan yang rata dan bersih
            2) stopwatch
            3) alat tulis
            4) alas / tikar / matras dll

        c. Petugas tes
            1) pengamat waktu
            2) penghitung gerakan merangkap pencatat hasil

        d. Pelaksanaan
            1) sikap permulaan
                a) berbaring telentang di lantai, kedua lutut ditekuk dengan sudut 90˚ dengan kedua jari-
                    jarinya diletakkan di belakang kepala.









                b) Peserta lain menekan / memegang kedua pergelangan kaki agar kaki tidak terangkat.

            2) Gerakan
                a) Gerakan aba-aba “YA” peserta bergerak mengambil sikap duduk sampai kedua sikunya
                    menyentuh paha, kemudian kembali ke sikap awal.
                b) Lakukan gerakan ini berulang-ulang tanpa henti selama 60 detik



        e. Pencatatan Hasil
            1) Gerakan tes tidak dihitung apabila :
                - pegangan tangan terlepas sehingga kedua tangan tidak terjalin lagi
                - kedua siku tidak sampai menyentuh paha
                - menggunakan sikunya untuk membantu menolak tubuh
            2) Hasil yang dihitung dan dicatat adalah gerakan tes yang dapat dilakukan dengan
                sempurna selama 60 detik
            3) Peserta yang tidak mampu melakukan tes ini diberi nilai nol (0)

    4. Tes Loncat Tegak (Vertical Jump)
        a. Tujuan
            Tes ini bertujuan untuk mengukur daya ledak / tenaga eksplosif

        b. Alat dan Fasilitas
            1) Papan berskala centimeter, warna gelap, ukuran 30 x 150 cm, dipasang pada dinding yang
                rata atau tiang. Jarak antara lantai dengan angka nol (0) pada papan tes adalah 150 cm.
            2) Serbuk kapur
            3) Alat penghapus papan tulis
            4) Alat tulis

        c. Petugas Tes
            Pengamat dan pencatat hasil
       
        d. Pelaksanaan Tes
            1) Sikap permulaan
                a) Terlebih dulu ujung jari peserta diolesi dengan serbuk kapur / magnesium karbonat
                b) Peserta berdiri tegak dekat dinding, kaki rapat, papan skala berada pada sisi kanan / kiri
                badan peserta. Angkat tangan yang dekat dinding lurus ke atas, telapak tangan
                ditempelkan pada papan skala hingga meninggalkan bekas jari.





            2) Gerakan
                a) Peserta mengambil awalan dengan sikap menekukkan lutut dan kedua lengan diayun ke
                    belakang
         







                    Kemudian peserta meloncat setinggi mungkin sambil menepuk papan dengan tangan
                    yang terdekat sehingga menimbulkan bekas
                b) Lakukan tes ini sebanyak tiga (3) kali tanpa istirahat atau boleh diselingi peserta lain

          e. Pencatatan Hasil
1)      Selisih raihan loncatan dikurangi raihan tegak
2)      Ketiga selisih hasil tes dicatat
3)      Masukkan hasil selisih yang paling besar

      5. Tes Lari 1000 meter (13-15 Tahun) / 1200 meter (16-19 Tahun) Untuk Putra dan Tes
          Lari 800 meter (13-15 Tahun) / 1000 meter (16-19 Tahun) Untuk Putri
          a. Tujuan
              Tes ini bertujuan untuk mengukur daya tahan jantung paru, peredaran darah dan pernafasan

          b. Alat dan Fasilitas
            1) Lintasan lari
            2) Stopwatch
            3) Bendera start
            4) Peluit
            5) Tiang pancang
            6) Alat tulis


        c. Petugas Tes
            1) Petugas pemberangkatan
            2) Pengukur waktu
            3) Pencatat hasil
            4) Pengawas dan pembantu umum

        d. Pelaksanaan Tes
            1) Sikap permulaan
                Peserta berdiri di belakang garis start
        2) Gerakan
            a) Pada aba-aba “SIAP” peserta mengambil sikap berdiri, siap untuk lari


                           





                b) Pada aba-aba “YA” peserta lari semaksimal mungkin menuju garis finish







          e. Pencatatan Hasil
              1) Pengambilan waktu dilakukan mulai saat bendera start diangkat sampai peserta tepat
                  Melintasi garis finish
              2) Hasil dicatat dalam satuan menit dan detik.
                  Contoh :  3 menit 12 detik maka ditulis 3’ 12” 

G. Tabel Nilai TKJI

Tabel Nilai TKJI
(Untuk Putra Usia 13 -15 Tahun)

Nilai
Lari
50 meter
Gantung angkat tubuh
Baring duduk
Loncat tegak
Lari
1000 meter
Nilai
5
S.d – 6,7”
16 - Keatas
38 - Keatas
66 Keatas
s.d – 3’04”
5
4
6.8” – 7,6”
11 – 15
28 – 37
53 – 65
3’05” – 3’53”
4
3
7,7” – 8,7”
6 – 10
19 – 27
42 – 52
3’54” – 4’46”
3
2
8,8” – 10,3”
2 – 5
8 – 18
31 – 41
4’47” – 6’04”
2
1
10,4”- dst
0 – 1
0 – 7
0 - 30
6’05” - dst
1



Tabel Nilai TKJI
 (Untuk Putra Usia 16-19 Tahun)

Nilai
Lari
60 meter
Gantung angkat tubuh
Baring duduk
Loncat tegak
Lari
1200 meter
Nilai
5
S.d – 7,2”
19 - Keatas
41 - Keatas
73 Keatas
s.d – 3’14”
5
4
7.3” – 8,3”
14 – 18
30 – 40
60 – 72
3’15” – 4’25”
4
3
8,4” – 9,6”
9 – 13
21 – 29
50 – 59
4’26” – 5’12”
3
2
9,7” – 11,0”
5 – 8
10 – 20
39 – 49
5’13” – 6’33”
2
1
11,1” dst
0 - 4
0 – 9
38 dst
6’34” dst
1



Tabel Nilai TKJI
(Untuk Putri Usia 13 -15 Tahun)

Nilai
Lari
50 meter
Gantung Siku Tekuk
Baring duduk
Loncat tegak
Lari
800 meter
Nilai
5
S.d – 7.7”
41” - Keatas
28 - Keatas
50 Keatas
s.d – 3’06”
5
4
7.8” – 8,7”
22” – 40”
19 – 27
39 – 49
3’07” – 3’55”
4
3
8,8” – 9,9”
10” – 21”
9 – 18
30 – 38
3’56” – 4’58”
3
2
10,0” – 11,9”
3” – 9”
3 – 8
21 – 29
4’59” – 6’40”
2
1
12,0”- dst
0” – 2”
0 – 2
0 - 20
6’41” - dst
1


Tabel Nilai TKJI
 (Untuk Putri Usia 16-19 Tahun)

Nilai
Lari
60 meter
Gantung Siku Tekuk
Baring duduk
Loncat tegak
Lari
1000 meter
Nilai
5
S.d – 8,4”
41” - keatas
28 Keatas
50 Keatas
S.d – 3’52”
5
4
8,5” – 9,8”
22” – 40”
20 – 28
39 – 49
3’53” – 4’56”
4
3
9,9” – 11.4”
10” – 21”
10 – 19
31 – 38
4’57” – 5’58”
3
2
11,5” – 13,4”
3” – 9”
3 – 9
23 – 30
5’59” – 7’23”
2
1
13,5” dst
0” – 2”
0 – 2
22 dst
7’24” dst
1
H. Norma TKJI
Hasil setiap butir tes yang telah dicapai oleh peserta dapat disebut sebagai hasil kasar. Mengapa disebut hasil kasar ? Hal ini disebabkan satuan ukuran yang digunakan untuk masing-masing butir tes berbeda, yang meliputi satuan waktu, ulangan gerak, dan ukuran tinggi.
Untuk mendapatkan hasil akhir, maka perlu diganti dalam satuan yang sama yaitu NILAI. Setelah hasil kasar setiap tes diubah menjadi satuan nilai, maka dilanjutkan dengan menjumlahkan nilai-nilai dari kelima butir TKJI. Hasil penjumlahan tersebut digunakan untuk dasar penentuan klasifikasi kesegaran jasmani remaja.

NORMA TES KESEGARAN JASMANI INDONESIA
(Untuk Putera dan puteri)

No
Jumlah nilai
Klasifikasi Kesegaran Jasmani
1.
22 – 25
Baik sekali          ( BS )
2.
18 – 21
Baik                    ( B )
3.
14 – 17
Sedang                ( S )
4.
10 – 13
Kurang                ( K )
5.
5 – 9
Kurang sekali        ( KS )



















I. Formulir TKJI
   
FORMULIR TKJI
Nama                  :…………………………………............................
Jenis Kelamin     : Laki-laki / Perempuan *
No Dada             :……………………………………………………
Usia                     :………………Tahun
Nama Sekolah    :……………………………………………………
No
Jenis Tes
Hasil
Nilai
Keterangan
1

2



3

4





5

Lari 50 / 60 meter *

Gantung :
a)      Siku tekuk
b)     Angkat Tubuh

Baring Duduk 60 detik

Loncat Tegak
-      Tinggi raihan : ……….cm
-      Loncatan I : ………….cm
-      Loncatan II : …………cm
-      Loncatan III : ………   cm

Lari 800/ 1000 / 1200 meter *

……….detik


……….detik
………....kali

…………kali





……….....cm

……....menit
……….detik
….


….
….

….





….


….
…………………………


…...…………………….
........................................

…………………………





……………………….


………………………….
6
Jumlah Nilai ( tes 1 + tes 2 + tes 3 + tes 4 + tes 5 )


7
Klasifikasi Tingkat Kesegaran Jasmani
* coret yang tidak perlu
                                                                                                            Petugas Tes,


                                                                                                            ………………………..






  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS